DiTo2027

My Personal Blog, Music Is My Life n Knowledge is everything

Tutor Membuat MP3 sendiri

tata cara membuat mp3 sendiri via hosting gratisan!!

lagu na dari kita dan mp3 player skin na
yg kita suka kan gampang buat na udah ada yg praktis lagi sekarang

yg diperlukan disini
1.flash mp3 player skin
2.file xml
3.file hosting untuk mp3 na

untuk mencari flash mp3 player
http://freddyizbadd.com/jeroenskins.php
setelah udah dapet flash mp3 player naaa
kamu upload ke hosting file kamu
untuk hosting file kamu bisa gunain

ripway
fileden
fileave
boxstr

hosting file tersebut juga bisa digunain upload mp3 na
dan untuk saran sih lebih baik mp3 na di kompres/resize biar ga limit alias macet2
supaya nanti pas upload juga cepet lebih baik diresize
dan untuk meresize mp3 tersebut bisa gunain software ini

CODE
http://www.indowebster.com/MP_3_Resizer.html

dan setelah itu
yg kita harus lakukan
membuat file xml
berikut contoh xml na

QUOTE
<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
<player showDisplay=”yes” showPlaylist=”yes” autoStart=”1″>
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
<song path=”URL MP3” title=”PENYANYI – JUDUL” />
</player>

setelah file xml sudah jadi maka
kita tinggal upload saja file tersebut kehosting file
kamu contoh nama file xml : mp3.xml(harus bereksitensi xml)

catatan:
ganti dengan url mp3 mu dan sesuaikan dengan penyanyi dan judul na
dan file xml dan flash player kamu harus dalam satu folder hosting ga boleh misah

setelah itu

QUOTE
<embed src=”url flash mp3 player mu” menu=”false” quality=”high” width=”300″ height=”320″ name=”index” type=”application/x-shockwave-flash” pluginspage=”http://www.macromedia.com/go/getflashplayer” flashvars=”playList=url xml kamu&ShowEQ=1&initVol=100″ wmode=”transparent”></embed>

catatan:
ganti dengan url flash mp3 player mu
dan url xml mu

dan ini untuk yg menggunakan js external file
bisa gunain code add box ini ( hanya untuk yg mengunakan js external file )

QUOTE
//mp3
var mp3 =”<div align=’center’><embed allowScriptAccess=\”never\” src=\”URL Flash mp3 player mu\” menu=\”false\” quality=\”high\” width=\”265px\” height=\”270px\” name=\”index\” type=\”application/x-shockwave-flash\” pluginspage=\”http://www.macromedia.com/go/getflashplayer\” flashvars=\”playList=URL XML MU\” wmode=\”transparent\”/></embed><br /><a href=\”http://www.myspaceprodesigns.com\”></a></div></div>”;
addBox(“RIGHT”,pageOwnerFName+”’s Flash MP3″,mp3,”music”,null);

taruh di bagian b atau dibawah onloadhandler

met mencoba aja yaaa
jgn lupa lihat catatan karena itu
penting supaya ga salah

Juni 30, 2008 Ditulis oleh dharu | Tutorials | , | No Comments Yet

Trik Mempercepat Browesing Internet

Jangan terbayangkan bahwa koneksi kita sangat cepat sekali, kita hanya akan menggunakan teknik Tunneling. Pada dasarnya jika kita mengakses sebuah server (website), komputer kita diarahkan secara langsung ke server tersebut. Misal kita akan membuka sebuah halaman website yang servernya terletak di Amerika, maka komputer kita secara langsung mengaksesnya ke server tersebut. Atau lebih sederhananya jika kita inging mengambil sesuatu yang ada di Amerika maka kita harus pergi sendiri ke Amerika.

Terbayangkan oleh kita bergitu rumitnya perjalanan yang kita lewati, begitu banyaknya hambatan yang kita hadapi. Begitupun dunia networking. Teknik tunneling sama halnya dengan teknik pengiriman barang dengan bantuan kurir. Jika kita akan mengirim atau mengambil barang ke Amerika maka kita tidak perlu melakukannya sendiri, biarlah jasa kurir yang melakukan semua kerumitan dan hambatan yang dihadapi agar barang tadi bisa sampai ke tujuan.

Begitupun tunneling, pada saat kita mengakses sebuah halaman webiste maka komputer kita hanya akan meminta bantuan sebuah server untuk menyampaikan dan mengambil halaman demi halaman website yang kita tuju. Selain itu server tunnel akan mengkompresi data yang kita butuhkan, karena itulah koneksi internet kita secara keseluruhan akan meningkat.

Sederhanakan? Tapi kemudian muncul pertanyaan, apakah bisa hal tersebut gratis? Bisa ya bisa tidak. Sekarang sudah banyak server tunnel yang menyediakan fasilitas ini, misal Nitro, Toonel(dot)Net, TrafficCompressor, OnSpeed dan masih banyak yang lainnya. Gratiskah mereka? Jelas tidak, kecepatan yang mereka tawarkan harus ditebus dengan muahal alias berbayar. Lalu buat apa saya menulis ini? Ya karena saya ingin berbagi server tunnel yang GRATIS. Baik mari kita bahas cara menghubungkan komputer kita ke server tunnel yang gratis, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membahas.

  1. Komputer anda harus terkoneksi dengan internet.
  2. Teknik tunnel ini cocok bagi yang menggunakan koneksi internet dengan fasilitas GPRS, tapi bisa juga untuk jenis koneksi lain.
  3. Harus sudah terpasang software tunneling, misal putty, silahkan anda download pada bagian sebelah kanan blog (DEHAFILE).

Ikuti langkahnya :

  1. Download PuTTY , lihat link sebelah kanan (DEHAFILE)
  2. Ekstrak menggunakan WinRAR dan simpan PuTTY.exe pada C:WINDOWS
  3. Biarkanlah PuTTY tidur disana, tidak usah diaktifkan
  4. Klik Start Menu => Run dan masukan “putty -P 222 -N -D 9999 -C net@cepat.abangadek.com” tanpa tanda petik (”) setelah itu jendela DOS akan terbuka.
  5. Pada saat diminta password, ketikan “cepat123” tanpa tanda petik (”) dan Enter, tapi jangan heran pada saat memasukan password anda tidak melihat apapun, makanya anda harus hati-hati memasukan password, jika salah maka PuTTY akan memberitahu anda, jika salah lagi maka PuTTY akan terminate (close). Jika setelah memasukan password PuTTY tidak ada reaksi (kursor hanya turun) maka anda sudah betul
  6. Arahkan agar browser menggunakan SOCKS proxy di localhost, port 9999
  7. Selamat browsing dengan kecepatan baru tapi ingat ucapkan terima kasih pada Mas Harry karena sudah berbaik hati meminjamkan server-nya yang di Singapura untuk Tunneling, mudah-mudahan amal kebaikannya di balas oleh Allah SWT, amin…..

April 30, 2008 Ditulis oleh dharu | Tutorials | | & Komentar

Setting Mikrotik

MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hostspot.

Ada pun fitur2 nya sbb:

* Firewall and NAT – stateful packet filtering; Peer-to-Peer protocol filtering; source and destination NAT; classification by source MAC, IP addresses (networks or a list of networks) and address types, port range, IP protocols, protocol options (ICMP type, TCP flags and MSS), interfaces, internal packet and connection marks, ToS (DSCP) byte, content, matching sequence/frequency, packet size, time and more…

* Routing – Static routing; Equal cost multi-path routing; Policy based routing (classification done in firewall); RIP v1 / v2, OSPF v2, BGP v4

* Data Rate Management – Hierarchical HTB QoS system with bursts; per IP / protocol / subnet / port / firewall mark; PCQ, RED, SFQ, FIFO queue; CIR, MIR, contention ratios, dynamic client rate equalizing (PCQ), bursts, Peer-to-Peer protocol limitation

* HotSpot – HotSpot Gateway with RADIUS authentication and accounting; true Plug-and-Play access for network users; data rate limitation; differentiated firewall; traffic quota; real-time status information; walled-garden; customized HTML login pages; iPass support; SSL secure authentication; advertisement support

* Point-to-Point tunneling protocols – PPTP, PPPoE and L2TP Access Concentrators and clients; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; MPPE encryption; compression for PPPoE; data rate limitation; differentiated firewall; PPPoE dial on demand

* Simple tunnels – IPIP tunnels, EoIP (Ethernet over IP)

* IPsec – IP security AH and ESP protocols; MODP Diffie-Hellman groups 1,2,5; MD5 and SHA1 hashing algorithms; DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256 encryption algorithms; Perfect Forwarding Secrecy (PFS) MODP groups 1,2,5

* Proxy – FTP and HTTP caching proxy server; HTTPS proxy; transparent DNS and HTTP proxying; SOCKS protocol support; DNS static entries; support for caching on a separate drive; access control lists; caching lists; parent proxy support

* DHCP – DHCP server per interface; DHCP relay; DHCP client; multiple DHCP networks; static and dynamic DHCP leases; RADIUS support

* VRRP – VRRP protocol for high availability

* UPnP – Universal Plug-and-Play support

* NTP – Network Time Protocol server and client; synchronization with
GPS system

* Monitoring/Accounting – IP traffic accounting, firewall actions logging, statistics graphs accessible via HTTP

* SNMP – read-only access

* M3P – MikroTik Packet Packer Protocol for Wireless links and Ethernet

* MNDP – MikroTik Neighbor Discovery Protocol; also supports Cisco Discovery Protocol (CDP)

* Tools – ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dynamic DNS update tool

Layer 2 connectivity

* Wireless – IEEE802.11a/b/g wireless client and access point (AP) modes; Nstreme and Nstreme2 proprietary protocols; Wireless Distribution System (WDS) support; virtual AP; 40 and 104 bit WEP; WPA pre-shared key authentication; access control list; authentication with RADIUS server; roaming (for wireless client); AP bridging

* Bridge – spanning tree protocol; multiple bridge interfaces; bridge firewalling, MAC

* VLAN – IEEE802.1q Virtual LAN support on Ethernet and wireless links; multiple VLANs; VLAN bridging

* Synchronous – V.35, V.24, E1/T1, X.21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC, Frame Relay line protocols; ANSI-617d (ANDI or annex D) and Q933a (CCITT or annex A) Frame Relay LMI types

* Asynchronous – s*r*al PPP dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; onboard s*r*al ports; modem pool with up to 128 ports; dial on demand

* ISDN – ISDN dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; 128K bundle support; Cisco HDLC, x75i, x75ui, x75bui line protocols; dial on demand

* SDSL – Single-line DSL support; line termination and network termination modes

Instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC.
PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource
yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway.

berikut spec minimal nya :

* CPU and motherboard – bisa pake P1 ampe P4, AMD, cyrix asal yang bukan multi-prosesor

* RAM – minimum 32 MiB, maximum 1 GiB; 64 MiB atau lebih sangat dianjurkan, kalau mau sekalian dibuat proxy , dianjurkan 1GB… perbandingannya, 15MB di memori ada 1GB di proxy..

* HDD minimal 128MB parallel ATA atau Compact Flash, tidak dianjurkan menggunakan UFD, SCSI, apa lagi S-ATA Very Happy

*NIC 10/100 atau 100/1000

Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.

Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja.

Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.

Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.

1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin <enter>
Password: (kosongkan) <enter>

Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.

3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “XAVIERO” (nama ini sih bebas2 aja mo diganti)
[admin@Mikrotik] > system identity set name=XAVIERO
[admin@XAVIERO] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@XAVIERO] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@XAVIERO] >

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1

[admin@XAVIERO] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[admin@XAVIERO] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether2

7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@XAVIERO] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@XAVIERO] >

8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254
[admin@XAVIERO] > /ip route add gateway=192.168.0.254

9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@XAVIERO] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@XAVIERO] >

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@XAVIERO] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
2 packets transmitted, 2 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms
[admin@XAVIERO] >

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@XAVIERO] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=no
[admin@XAVIERO] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=no

12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@XAVIERO] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@XAVIERO] >

13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@XAVIERO] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@XAVIERO] >

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@XAVIERO]> ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1 chain:srcnat
[admin@XAVIERO] >

15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@XAVIERO]ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@XAVIERO] >

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.

Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20

2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1

3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

4. Lihat status DHCP server
[admin@XAVIERO]> ip dhcp-server print
Flags: X – disabled, I – invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.

5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.

6. Tes Dari client
c:\>ping www.yahoo.com

untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle
[admin@XAVIERO] queue simple> add name=Komputer01
interface=ether2 target-address=172.16.0.1/24 max-limit=65536/131072
[admin@XAVIERO] queue simple> add name=Komputer02
interface=ether2 target-address=172.16.0.2/24 max-limit=65536/131072

April 30, 2008 Ditulis oleh dharu | Tutorials | | No Comments Yet

2 Tehnik Menembus Billing Explorer

Untuk mencoba artikel ini, anda bisa mendownload program billing explorer demo di situ

Code:
http://www.billingexplorer.com

- Server Side
- Client Side

Saya asumsikan bahwa anda sudah mendowload dan menginstall di lokal komputer.
Kali ini kita coba dilokal terlebih dahulu, sebelum kita pergi ke warnet untuk melakukan percobaan artikel ini

Pengiriman data dari Client keserver biasanya diawali dengan kata kunci:

XX2

sedangkan pengiriman data dari Server ke client selalu diawali dengan kata kunci :

YA6

Nah pasti diantara pembaca bertanya2, gimana caranya mendapatkan nilai2 tersebut?..bingung kan?….sebetulnya sih gampang aja, kita gunakan program paket sniffer untuk melihat paket data yang masuk dan paket data yang keluar.
kalo mau coba-coba bisa menggunakan program ‘ether detect packet sniffer’ di www.etherdetect.com

ok, kita balik lagi ke pembahasan kita…..
ada beberapa perintah yang dikirim oleh client ke server, seperti:

Client Command
——————
$ablock$
$ablock2$
$act$
$ajblock$
$cekc$
$cektime$
$con$
$con1$
$con1dis$
$data$
$dina2$
$gpass$
$group$
$hblock$
$infod_0$
$infod_1$
$infod2$
$infod3$
$infod32$
$infod4$
$infouser$
$member$
$movecek$
$okmove2$
$paket$
$passA$
$pelajar$
$personal$
$rental$
$ruser$
$ruserh$
$send$
$sendcc$
$okmove1$
$tutup$

perintah-perintah tersebut saya dapatkan berdasarkan hasil decompiler program dengan menggunakan software vbLite & W32Dasm.

Setelah kita mengetahui beberapa perintah diatas, kita bisa mencoba langsung dengan menggunakan perintah-perintah tersebut.

kita gunakan komponen winsock untuk melakukan koneksi ke server, biasanya program B-Exp menggunakan port 1500 (default)
jadi kita bisa menuliskan syntax berikut:

Winsock1.Connect “192.168.0.1″,1500

artinya kita akan melakukan koneksi ke 192.168.0.1 dengan port 1500.
setelah anda berhasil terhubung keserver yang anda harus lakukan adalah mengirim inisialisasi paket data, agar program tersebut menerima permintaan kita.
adapun data yang dikirim adalah:

XX2$dina2$$$

diisi dengan pc yang akan kita gunakan sebagai inisialisasi koneksi.
contoh:

Winsock1.sendData “XX2$dina2$1$budak baonk$”

(artinya: kita melakukan koneksi sebagai komputer no 1 dengan nama budak baonk)
kalo pengiriman data berhasil, maka program B-Exp server akan mengirimkan data
“YA6$/connn$” yang artinya kita sudah terkoneksi ke billing dan program billing sudah siap menerima perintah2 yang dilakukan oleh program client.

Selanjutnya untuk memulai perhitungan billing kita bisa menggunakan dengan perintah: XX2$con$2

Winsock1.SendData “XX2$con$1″

Perintah diatas juga bisa digunakan untuk mereset durasi/lama penggunaan billing.
jadi kalo anda udah pake selama 10 jam bisa balik lagi ke 0 jam dengan perintah tersebut

Nah selanjutnya untuk memberhentikan penggunaan billing kita bisa lakukan dengan mengirim perintah: XX2$web2$1$Hacker

Winsock1.SenData “XX2$web2$1$budak baong”

perintah diatas bertujuan untuk menghentikan penghitungan billing pada no Pc 1 dengan nama budak baong. jadi kita bisa menghentikan selain pc yg kita pake, dengan merubah no pc.

gampang kan, so….kalian bisa coba-coba dengan perintah-perintah lainnya…kalo masih tetep bingung cara bikin programnya….hmm.mm…..jangan khawatir aku dah bikin programnya, jadi tinggal pake aja coy…

Download Sock B-Exp flooder :

Code:
http://www.vbbego.com/files/billEX.rar

—-

Cara Kedua

Untuk artikel selanjutnya penulis akan mencoba kembali memperlihatkan bagaimana
menggunakan Billing Explorer Client dengan login Admin.

Biasanya untuk login dengn jenis admin perhitungan billing otomatis tidak
berjalan (disable) untuk memulainya anda harus mendownload terlebih dahulu tool
yang sudah dibuat:

Download hack-Bexp :

Code:
http://www.vbbego.com/files/hackbillEX.rar

Setelah selesai download toolsnya, kita bisa langsung mencobanya.
ada beberapa langkah yang harus anda ikuti:

Anda login terlebih dahulu ke program billing spt biasa, dengan memilih jenis personal dengan nama login “baong”

Setelah login maka secara otomatis program billing akan bekerja seperti biasa untuk menghitung lama penggunaan internet. Selanjutnya kita bisa jalankan tools yang tadi kita download untuk memulai melihat-lihat ada apa dibalik program B-Exp (billing explorer).

Secara otomatis program akan mencari apakah program billing berjalan di komputer atau tidak, dengan mencari caption id “????A?|A?” , apabila tidak ada maka program akan langsung keluar dan proses akan berhenti.

Apabila program billing ditemukan maka, program tersebut akan merubah parrent dari program billing explorer ke program “Hack B-Exp”, lihat gambar berikut:

he…he…spt yang dilihat digambar tsb, program billing sekarang sudah
terperangkap didalam “hack b-exp” selain itu anda bisa lihat daftar HWND ID yang terdapat pada listbox, dimana kita bisa menampilkan objek-objek yang tersembunyi.

Biasanya kalo kita mengklik tombol Admin maka program Billing menyuruh kita memasukan password, tapi jangan khawatir…itu sangat mudah untuk dilewati.
ada yg tau gimana caranya……..pasti belum donk….

nah untuk masuk ke menu setting admin yang perlu kita lakukan adalah mencari kata #root:Administrator pada daftar handle windows.

ya kalo udah gini terserah anda, mau login gratis tinggal klik tombol Login, atau merubah setting lainnya ya bebas aja. Jadi silahkan coba klik item-item yang ada pada daftar handle window dan lihat apa yang tersembunyi di program billing tersebut.

Ternyata tidak sulit juga kan, kenapa demikian……he…he… semua ini
disebabkan pembutan setting dan login digabungkan dalam satu form dengan hanya memainkan properti VISIBLE…dan ini membuat mudah untuk ditampilkan kembali.

Mudah-mudahan artikel ini dapat mejadi bekal anda dalam membuat program, dan mengambil sedikit pelajaran sehingga tidak terjadi di setiap program yang kita buat.

(sumber : warnetforum.com)

April 3, 2008 Ditulis oleh dharu | Tutorials | | & Komentar

Trik membatasi Bandwith client

Bila warnet anda tidak memiliki router sendiri atau menggunakan modem + router ADSL sebaiknya PC client di set bandwithnya agar tidak saling berebutan. Catatan OS yg digunakan user Windows XP Pro SP2.

Berapapun cepatnya koneksi internet maupun network pada computer dengan Windows XP akan dibatasi dengan 20% untuk default koneksi network (Qos – Quality of service) dari WIndows XP. Windows sengaja membatasi koneksi bandwidth pada sistem network maupun internet, tujuannya untuk cadangan bagi paket penting.

Seberapa pentingnya dari setting default, tentu tidak semua orang memerlukan. Kecepatan network tentunya harus maksimum terlebih pada koneksi internet yang melempem di Indonesia. Cara mematikan sistem cadangan dari Bandwidth Windows sangat mudah.

Mengunakan sistem manual

Gunakan perintah dibawah ini :

1. Run dengan perintah gpedit.msc

2. Masuk kebagian setting Administrative Templates, Network, QoS Packet seperti gambar dibawah ini.

3. click dibagian Limit reservable bandwidth, setting ke Enable dan matikan Bandwidth Limit dalam % menjadi 0

4. Click Apply dan restart semua program

Catatan makin kecil prosentasi makin banyak yg disedot bandwithnya, gw saranin gunakan kisaran 20% s/d 50% saja.

April 3, 2008 Ditulis oleh dharu | Tutorials | | & Komentar